Travel Story Capture

Selamat datang di ruang cerita bagi para penikmat udara segar, pencari hal baru untuk menjelajah budaya dan keindahan alam. Blog ini ditulis untuk kamu yang percaya bahwa perjalanan bukan hanya soal destinasi, tapi juga tentang momen-momen sederhana yang sepertinya menarik untuk kita baca di kemudian hari. Mari menjelajah bersama, menelusuri tempat-tempat yang menyuguhkan kesan baru, menyegarkan pikiran, membuka keterbatasan diri, dan memberi napas baru dalam rutinitas hidup.

Find Out More Purchase Theme

About

Tentang

Halo, panggil saja Ageng. Asal saya dari Kota Banjarnegara, Jawa Tengah. Saat ini saya aktif bekerja sebagai seorang Akuntan. Saya selalu suka mengabadikan moment perjalanan saya dan keluarga lewat catatan kecil yang berharap bisa menjadi sesuatu yang besar.

Read More

Perjalanan

Saya lelaki dengan salah satu hoby traveling, sejak kecil saya sudah suka berpetualang hingga saat ini. Ingin mengabadikan momen perjalanan yang saya kira menarik untuk dibaca ketika saya sudah tua nanti, dan berharap bisa menjadi bermanfaat untuk kalian yang membacana sebagai informasi maupun rekomendasi.

Read More

Jejak

Saya memulai mengabadikan momen perjalanan lewat tulisan sejak tahun 2018 dan banyak kisah yang sudah saya upload di media sosial saya. Sempat beberapa tahun berhenti menulis karena turunya motivasi namun sekarang saya kembali untuk mencurahkan jejak perjalanan saya lewat catatan kecil yang semestinya bisa menjadi jejak perjalanan saya.

Read More

Media

Beberapa kisah saya curahkan lewat instagram saya @Agengspry. Tidak menutup kemungkinan saya akan memulai untuk membangun teman media sosial yang akan lebih menarik dalam mengabadikan setiap perjalanan.

Read More

Recent Work

Senin, 04 Agustus 2025

Gunung Lawu #1

Gunung Lawu merupakan gunung berapi aktif yang terletak di antara tiga Kabupaten, yaitu Kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah, Magetan dan Ngawi di Jawa Timur. Terakhir meletus 28 November 1885 dan sudah lama tidak aktif hingga saat ini. Namun pada tahun 1978 terdengar serangkaian gempa bumi yang di laporkan berpusat di sekitar area Gunung Lawu.  Memiliki ketinggian 3265 mdpl gunung lawu merupakan salah satu gunung terdingin di Jawa, setelah Gunung Selamet, dan Gunung Semeru yang merupakan titik terdingin di Jawa. Gunung Lawu banyak menyimpan keindahan eksotis dan cerita mistisnya di kalangan pendaki maupun masyarakat sekitar.


Di sekitar lereng gunung lawu terdapat kepundan kecil yang sampai saat ini masih mengeluarkan uap air dan belerang. Gunung Lawu merupakan kawasan hutan Montane, hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, dan Hutan Ericaceous. Gunung Lawu memiliki tiga puncak tertingginya yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan puncak tertingginya Hargo Dumilah.

Di sekitar gunung ini banyak tempat wisata populer sebagai tujuan wisata, apalagi di sekitar daerah Tawangmangu, Cemorosewu, dan Sarangan. Di lereng gunugn juga terdapat dua komplek percandian dari masa akhir Majapahit, yaitu Candi Sukuh dan Candi Cetho. Selain itu juga terletak komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran yaitu Astana Girilayu dan Astana Mangadeg, serta Astana Giribangun mausoleum untuk keluarga presiden ke-2 Indonesia, Soeharto.

Selasa, 29 Juli 2025

BACKPACKER? Siapa takut!

Istilah Backpacker pasti sudah erat terdengar di sekitar kita, lalu apa itu Backpacker ?



Backpacker adalah seseorang yang melakukan wisata dengan menggunakan tas ransel (backpack) dan biasanya cenderung menggunakan anggaran yang terbatas dan melakukan perjalanan secara mandiri. Backpacker cocok untuk kalian yang ingin berwisata dengan biaya lebih murah, mengutamakan interaksi dengan warga dan budaya lokal dan cenderung memilih menggunakan transportasi umum.

Berikut beberapa point Backpacker :

1. Anggaran
Backpacker cenderung mengeluarkan biaya yang lebih hemat, seperti menyewa penginepan yang lebih murah (losmen, hostel), memilih transportasi umum, dan makanan lokal di setiap daerah yang dilaluinya.

2. Perlengkapan
Backpacker umumnya membawa semua perlengkapan di dalam tas ranselnya, seperti perlengkapan mandi, pakaian, barang penting lainya, obat-obatan, dll.

3. Gaya Perjalanan
Perjalanan Backpacker cenderung lebih santai karena memanfaatkan fasilitas di sekitarnya, seperti transportasi umum atau nebeng kendaraan warga lokal.

4. Destinasi Tujuan
Backpacker biasanya menentukun tujuan untuk eksplore tempat baru dengan mempelajari budaya lokal, dan menadapatkan pengalaman yang baru dan berkesan.

Kesimpulanya, Backpacker adalah gaya wisata yang menekankan Anggaran seminim mungkin untuk menjelajahi hal baru dengan memanfaatkan fasilitas disekitar dan dengan tas ransel sebagai ciri khas seorang Backpacker.

Senin, 17 Desember 2018

PARALAYANG PARANGTRITIS, Best Golden Sunset

Daerah Istimewa Yogyakarta selalu memiliki sesuatu yang membuat semua orang terkagum akan keindahan Culture Budaya, Makanan khas, dan Alamnya. Selain Gudeg yang terkenal sebagai makanan khas, Yogyakarta juga menyimpan harta karun yaitu Bukit Watugupit atau Paralayang Parangtritis yang ramai di media sosial karna keindahan yang ditawarkan yaitu menikmati Best Golden Sunset atau terbenamnya matahari.


Akses menuju lokasi : 
Dari pusat kota Yogyakarta kalian hanya membutuhkan waktu 1-2 jam untuk sampai di Pantai Parangtritis lalu menuju ke bukit yang ada di atas pantai ( background tebing jika foto dipantai Parangtritis ), disepanjang jalan akan di berikan petunjuk arah ke Lokasi Bukit watugupit atau bukit Paralayang Parangtritis. Jalanya sedikit naik ya sob karna bukitnya berada pada 900mdpl . 

Tiket masuk
- Memasuki wilayah pantai Rp 10.000
- Memasuki bukit Paralayang Rp 5.000/motor Rp 10.000/mobil
- Parkir motor R 2.000
- Parkir mobil Rp 5.000

Kalian juga dapat mencoba olahraga Paralayang dengan harga Rp 400.000 selama 30menit .

Fasilitasnyapun cukup lengkap seperti tempat makan,mushola,toilet, dan tempatnya pun terawat dan bersih.  

Lokasi  : 
Tebing bukit Parangtritis, Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta.

Wisata sekitar : 
- Kalian bisa menyelusuri pantai di sepanjang Pantai Parangtritis 
- Gumuk Pasir 
- Kebun bunga Matahari
Dll.

Salam #penikmatudarasegar .

Selasa, 11 Desember 2018

EKSISTENSI OMAH UGM

Budaya Jawa merupakan budaya yang berasal dari Jawa yang dianut oleh masyarakat khususnya di Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur. Budaya Jawa secara garis besar dibagi menjadi 3 yaitu budaya Banyumasan, budaya Jawa Tengah-DIY, dan budaya Jawa Timur. Budaya Jawa mengutamakan Keseimbangan, Keselarasan, dan Keserasian dalam kehidupan sehari hari. Budaya Jawa menjunjung tinggi kesopanan dan kesederhanaan. Budaya Jawa menghargai semua agama dan pluralitas sehingga dinilai sinkretik oleh budaya tertentu yang hanya mengakui satu agama tertentu dan sektarian.
Salah satu warisan budaya yang sampai saat ini masih eksis di zaman modern dan nilai estetikanya masih terawat dengan baik adalah Omah UGM yang terletak di Kota Gede Yogyakarta.

pintu masuk Omah UGM

Kota Gede sendiri merupakan salah satu tempat yang bisa dibilang "kota tuanya Jogja". Berkunjung ke Kota Gede kalian akan menemukan banyak hal unik bukan hanya Omah UGM, kalian juga dapat berkunjung ke Masjid Besar Mataram, Makam Raja-Raja Mataram, Pembuatan perhiasan perak, dan masih banyak lagi peninggalan sejarah yang ada di Kota Gede Yogyakarta.

Sejarah Omah UGM

Omah UGM merupakan rumah adat joglo yang dulunya merupakan rumah pribadi milik keluarga Parto Darsono yang ada di desa Jagalan, Kota Gede, Yogyakarta. Keluarga Parto Darsono merupakan sepasang kekasih yang belum memiliki turunan. Bapak Parto Darsono tidak diketahui meninggalnya pada tahun berapa namun Ibu Parto Darsono meninggal pada tahun 2000. Lalu rumah tersebut dihuni oleh sedereknya (sodara) dan pindah ke Surabaya pada tahun 2003 dan rumah tersebut dikosongkan.  Pada tahun 2006 Yogyakarta tertimpa musibah gempa. Pasca musibah tersebut banyak gedung gedung yang rusak bahkan roboh. Melihat kondisi tersebut, Universitas Gajah Mada (UGM) lalu membeli rumah tradisional yang ada di Jagalan, Kota Gede, Yogyakarta. Rumah yang nantinya  menjadi pusat gerakan pusaka ini diberi nama Omah UGM.
Rumah tersebut sekarang ditinggali oleh Bapak Pri yang bertempat di Gandro (Rumah yang ada di sebelah Omah UGM) yang diberi amanat untuk menjaganya dan merawatnya. 

Pendopo 

Omah UGM sering digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat mulai dari bidang pelestarian pusaka, sebagai spot foto, syuting film, dokumentasi, bahkan disewa untuk kepentingan pribadi seperti prewedding. Sejak juni 2010 sampai april 2011, bangunan ini sempat menjadi kantor sementara REKOMPAK (java recontruction fund). 

Keunikan Omah UGM

Berkunjung ke Omah UGM tidak hanya disuguhi kontruksi bangunan yang khas, namun juga benda benda kuno yang bernilai seni. Desaign pintu dan jendela yang khas, sangat menarik untuk dijadikan spot foto.  lebih menariknya lagi jika kalian berkunjung kesini, kalian tidak dimintai biaya untuk dapat masuk kedalam rumah hanya mengisi buku tamu dan memberi secara sukarela saja. 

Halaman Depan

Ruang Tengah

Dapur

Kamar Mandi

Tempat Bersantai

Tempat Makan

Benda Peninggalan 

Perjalanan menuju Omah UGM

Untuk menuju ke Omah UGM dari Masjid Besar Mataram menuju ke arah barat hingga menemukan gang besar kedua setelah pasar legi Kota Gede. Pada mulut gang terdapat petunjuk arah "Omah UGM" lurus sampai menemukan seperti pos joglo belok ke kanan gang sekitar 100 meter kanan jalan terdapat  tulisan  "Omah UGM" yang merupakan gerbang Omah UGM. 

Wisata sekitar Omah UGM

  - Masjid Besar Mataram
  - Makam Raja-Raja Mataram
  - Kopi Kamu
  - Kopi Tarto 
  - Pengrajin Perak
  - Langgar Duwur
  - Rumah Rudi Pesik 
     dll.

Waktu tidak bisa diulang, namun kenangan itu akan tatap ada. Kalau bukan kita yang menjaga dan melestarikanya siapa lagi? tetap jaga dan lestarikan budaya nenek moyang . salam#penikmatudarasegar.





Kamis, 29 November 2018

CAMPING PINGGIR JALAN #cannabisfunsquad

Camping dadakan? tak jadi masalah, pinggir jalan pun OKE.
Banyak jalan menuju roma, banyak tempat juga untuk mendirikan tenda hahaha.
Ada kabar baik nih buat kalian sobat #penikmatudarasegar jika ingin sekali camping namun tidak ada persiapan sama sekali. Hutan Pinus Wanasari bisa menjadi pilihan kalian sob.

Hutan pinus wanasari terletak di dukuh Wanasari, Kel. Argasoka, Kec. Banjarnegara, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah.
desa yang terletak di selatan Banjarnegara ini sangat menarik untuk kalian yang ingin merasakan sensasi baru. Camping di pinggir jalan, pernah kebayang ngga si ?
haha.
  Tapi jangan salah meskipun di pinggir jalan Hutan Pinus Wanasari menyimpan keindahan tersendiri sob. Kalian bisa menikmati pesona hutan pinus yang masih asri dan sensani bermalam yang di suguhi pemandangan kota Banjarnegara. Hampir sama seperti di Lawe yang ada pada artikel saya sebelumnya. Wanasari mirip dengan bukit belakang sekolah, namun bedanya jika di Wanasari kalian bisa mendirikan tenda persis di pinggir jalan. 
Akses untuk menuju lokasi pun sangat mudah, hanya 15 menit dari pusat kota Banjarnegara. Kalian bisa bertanya pada warga setempat jalan menuju Hutan Pinus Wanasari. Untuk transportasi bisa menggunakan kendaraan pribadi karna di sana tidak ada angkot ya sob. Sebenarnya lokasi ini bukan tempat untuk camping, lokasi tersebut merupakan jalan untuk menuju ke desa Pemancar yang ada di ujung Hutan Pinus Wanasari. jika kalian terus mengikuti jalan tersebut kalian akan tiba di desa Pucung atau jika dari arah kota SMP N 5 Banjarnegara ke arah kiri.


Saat menjelang sore atau musim penghujan di sekitar Hutan Pinus Wanasari akan berkabut maka dari itu jika kalian ingin bermalam persiapkan perlengkapan kalain mulai dai jaket, mantel, tenda yang tidak mudah mengembun, dan alat lain sesuai dengan kebutuhan kalian. Karna tempatnya yang cukup setrategis dan mudah di jangkau banyak anak muda yang datang hanya sekedar untuk nongkrong bersama rombongan mereka bahkan sampai malam hari.


Rekomendasi banget nih sob tidak perlu waktu lama, tenaga lama, dan mengeluarkan uang banyak kalian sudah bisa menikmati suasana camping bersama teman teman kalian. Namun untuk lebih  berjaga jaga jika kalian ingin bermalam alangkah baiknya kalian izin dulu dengan warga sekitar karna masih jarang yang camping disini sob karena disekitar lokasi merupakan jalan bagi warga desa Pemancar untuk akses meuju ke kota jadi jangan heran jika banyak kendaraan lewat. Jika kalian beruntung kalian juga dapat menemukan hewan yang ada di Hutan Pinus wanasari seperti kucing hutan,babi hutan dan teman temanya sob. 
"Traveling it leaves you speechless, then turns you into storyteller." - Ibn Battuta. 
(traveling mebuat kamu tidak bisa berkata-kata sebelum mengubahmu menjadi seorang penutur kisah perjalanan.) 

Luangkanlah waktumu sejenak untuk menikmati keindahan yang di anugrahkan Tuhan untuk kita jaga dan kita nikmati, salam #penikmatudarasegar.

PESONA CURUG SINOMAN #cannabisfunsquad

  Masih belum piknik juga sob ? nunggu apa ? hahaha.
Artikel kali ini datang buat kalian yang rindu akan udara segar nih sob, kali ini kita camping sambil basah basahan ya sob, bukan camping di air tapi sob haha. Langsung sikat saja boss.
Curug Sinom Indah atau Curug Kasinoman atau Curug Sinoman yang biasa warga sekitar sebut merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di desa Sinoman, kec.Kalibning, kab.Banjarnegara. Curug (air terjun) ini sebenaranya bukan termasuk destinasi wisata baru sob sudah ada sejak dulu namun keberadaanya kurang begitu terkenal. Curug Sinoman ini juga dikenal sebagai salah satu bumper (bumi perkemahan) yang ada di Banjarnegara. Htm untuk masuk ke curug sinoman hanya  Rp.3000 sob.


  Aksesnyapun cukup mudah sob karna pintu masuk ke curug berada di pinggir jalan persis yang berada di perbatasan antara Pekalongan dan Banjarnegara. Jika kalian seorang backpacker sejati kalian bisa menuju ke sini menggunkan angkutan umum jurusan Kali Bening dengan mengeluarkan ongkos Rp.20000 saja, atau kalian bisa menumpang mobil pick up milik petani setempat untuk menuju ke lokasi sob. Jadi kalian bisa lebih memperkecil pengeluaran.


   Perjalanan dari terminal induk Banjarnegara untuk menuju ke lokasi sekitar 1,5-2jam. kalian juga dapat menikmati perkebunan teh yang berada tidak jauh dari lokasi. Akses untuk menuju ke lokasi pun juga sangat mudah tidak jauh dari parkiran kendaraan, jadi kalian hanya cukup berjalan kaki sebentar untuk mencapai lokasi. Lokasi di sekitar curug juga sangat terjaga dan bersih.
Ada juga wisata di sekitar curug sinom seperti :
- Kebun Teh (200m)
- Hutan Pinus dan Kali Anget (5km)
- Goa Mandala (6km)
- Dieng Plateu (15km)

  Kalian juga bisa bermalam di lokasi sob, camping kecil kecilan gitu haha, kalau kalian ingin mendirikan tenda dan bermalam kalian hanya cukup menyewa Rp15000 saja, kalau ngga salah ya soalnya waktu saya camping disana sih gratis karena saya sama penduduk setempat hehehe.
karna lokasinya yang terletak tidak jauh dari jalan raya kalian lebih dipermudah lagi tuh jika ingin mencari makan dan kebutuhan lainya.


  Saran buat kalian yang ingin bermalam sebaiknya dipermatang mulai dari jaket, makanan, p3k dan peralatan lain yang mendukung agar suasananya lebih hangat seperti alat musik dsb kalau kayu bakar kalian bisa membelinnya seharga Rp.5000 di sekitar lokasi.
Di lokasi tidak terlalu dingin seperti di gunung gunung lain sob tapi alangkah baikya jika kalian tetap mebawa jaket untuk berjaga jaga.


  Keesokan harinya kalian akan merasakan udara segar sinoman kalian juga bisa berjemur di sekitar curug tuh buat hilangin parasit yang menempel di badan, bukan mantan tapi parasit yang dihilangin sob hahaha. Kalian juga dapat melakukan aktifitas kecil seperti senam untuk peregangan badan biar tambah seger karna lahan yang cukup luas dan mendukung tuh. Jika ingin mencari air juga tidak bingung karna lokasinya di sekitar air terjun dan ada juga kamar mandinya. Kamar mandinya juga bersih dan airnya seger.


  Jika kalian ingin bermalam di curug sinoman alangkah baikya kalian mengecek kesehatan kalian terlebih dahulu,lalu izin kepada penjaga setempat dan jaga perilaku dan perkataan kalian dan juga jangan lupa untuk berdoa sob. Jika kita baik kepada alam dan makhluk seisinya, maka alam dan makhluk seisinya pun akan baik terhadap kita. Dimanapun kita berada tetap jaga alam kita ya sob, salam #penikmatudarasegar.

Rabu, 28 November 2018

BUKIT BELAKANG SEKOLAH (Expedisi LAWE#1)

  Hallo sob gimana nih sudah menikamti udara segarkah kalian ? rekomendasi nih buat kalian yang ingin menikmati dan mencumbu alam pegunungan namun tidak harus mengeluarkan biaya dan tenaga serta waktu buat sampai kepuncaknya sob. Bukit belakang sekolah kalo saya sebut sih hahaha karena emang lokasinya persis kaya di film kartun Doraemon itu loh sob yang bukit dibelakang sekolah haha.

suasana pagi hari dipuncak lawe

  Salah satu icon yang ada di Banjarnegara, Jawa Tengah adalah Lawe. Berada di desa Kendaga, kec. Banjarmangu, kab. Banjarnegara. Lawe merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Banjarnegara. Bagi para pendaki lawas atau pecinta alam  Banjarnegara, lawe merupakan tempat yang sangat populer untuk sekedar singgah sementara mencari ketenangan dari padatnya kota, menghirup udara segar, dan sejenak melepaskan penat. 

tebing lawe dari samping

  Tempat yang sangat strategis yang berada di ketinggian tidak jauh dari kota. Aksesnya juga mudah sob jika kalian dari luar kota kalian bisa turun di terminal induk Banjarnegara lalu kalian bisa pilih mikro/angkutan umum tujuan Banjarmangu dan turun tepat di depan jalur pendakian Lawe.
Nah di Lawe sendiri memang tidak ada base campnya namun sempat dibuat untuk menandai seperti pos 1,2 dan seterusnya. Di Lawe dulu masih ada warung di gerbang pendakian untuk penitipat motor namun sekarang sudah di bongkar. Kita tidak diminta untuk membayar biaya masuk hanya biaya parkir sebesar Rp.5000 namun sekarang sudah tidak ada warung jadi kalian bisa menitipkanya di rumah penduduk setempat.

perjalanan menuju puncak

  Perjalanan dari kota sampai ke Lawe memerlukan waktu 15menit dari gerbang pendakian waktu yang dibutuhkan untuk sampai pos terakhir yang bisa dilalui kendaran sekitar 20menit. dari pos terakhir menuju puncak sekitar 30 menit. kalian hanya perlu 1jam perjalanan dari gerbang menuju puncak.sepanjang perjalanan kalian akan disuguhi pemandangan pohon pinus dan suara kicauan burung endemik yang semakin memperasri suana sob kalian juga bisa mengambil mata air yang ada di pos terakhir sob.

puncak lawe 

  Suasana di puncak lawe layakna surga tersembunyi yang ada di Banjarnegara. Kalian bisa melihat waduk mrican, dan indahnya kota Banjarnegara ditemani suara dedaunan dan kicauan burung tuh haha. Puncaknya tidak terlalu luas namun bisa menampung kurang lebih 20 tenda.
nah yang paling menarik suasana malam harinya sob kalian bisa menikmati suasana bukit belakang sekolah tuh haha apalagi kalau kalian bareng rombongan tambah hangat pasti suasananya sob
.
suasana malam hari

  Lawe terkenal oleh warga setempat sebagai tempat yang sering dikunjungi anak muda maupun pecinta alam untuk camping atau sekedar berkunjung saja. mitosnya sih di Lawe lumayan angker namun  masih simpang siur tetapi tanang saja sob selama kita menjaga perilaku dan perkataan kita dan berdoa pasti bakal baik baik saja, karna didunia kita tidak hidup sendirian hehehe.
jadi kalian harus merasakan sensasinya sob jangan dirumah terus Banjarnegara indah loh haha. Salam #penikmatudarasegar.



Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
100 Article
Average yearly happy viewers

Others

Domestic
Overseas
Culinary
Hotel

Contact

Talk to us

Kamu juga bisa meninggalkan komentar di setiap artikel blog. Saya selalu membaca dan berusaha membalas semuanya. Karena bagi saya, perjalanan jadi lebih berarti saat dibagikan bersama. Sampai jumpa di perjalanan berikutnya! .

Address:

Studio Peace, Tangerang

Work Time:

Every moment of the journey

Phone:

0878-8483-89057

Diberdayakan oleh Blogger.